Otak Pria dan Wanita Melihat Wanita Seksi sebagai Objek, Bukan Orang

Senin, 28 Mei 2012

Ilustrasi seksi (AKB48)
Jakarta, Wanita banyak dijadikan sebagai model berbagai produk, mulai gadget, kosmetik hingga pakaian dalam. Ketika pria dan wanita melihat iklan yang menampilkan wanita seksi mengenakan pakaian dalam, otak memprosesnya sebagai obyek, bukan orang. Menariknya, pria dan wanita melihat pria yang mengenakan pakaian seksi sebagai manusia.

Reaksi ini disebut obyektifikasi seksual. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science berusaha mencari tahu apa yang dianggap sebagai obyek oleh manusia dan menemukan bahwa pria dan wanita melihat gambar tubuh wanita seksi sebagai obyek, namun berbeda halnya dengan pria.

"Yang jelas, kita tidak benar-benar tahu apakah orang-orang pada pada dasarnya mengenali wanita atau pria sebagai obyek seksual. Apa yang memotivasi penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana orang memahami foto, apakah sebagai manusia atau tidak?" kata peneliti, Philippe Bernard dari Université libre de Bruxelles di Belgia seperti dilansir Live Science, Senin (28/5/2012).


Penelitian telah menemukan bahwa otak melihat orang dan benda secara berbeda. Sebagai contoh, manusia bisa mengenali wajah secara keseluruhan, tetapi ada sebagian dari wajah yang sedikit membingungkan.

Namun di sisi lain, mengenali suatu bagian dari sebuah kursi sama mudahnya dengan mengenali sebuah kursi secara keseluruhan.

Salah satu cara yang digunakan psikolog untuk menguji apakah sesuatu dipandang sebagai obyek atau tidak adalah dengan membalikkannya.

Gambar manusia akan sulit dikenali jika dijungkirbalikkan, tetapi gambar obyek tidak akan sulit dikenali. Bernard dan rekan-rekannya kemudian memberikan tes dengan cara menyajikan foto-foto pria berpakaian minim dan wanita dalam pose seksi.

Semua peserta menyaksikan foto satu per satu di layar komputer. Beberapa foto ada yang terpampang dengan benar dan dan ada yang terbalik.

Di antara penyajian setiap foto, ditampilkan layar hitam. Peserta kemudian diperlihatkan 2 foto dan diminta untuk mencocokkan salah 1 foto dengan foto yang baru saja dilihat.

Peserta merasa kesulitan mengenali foto pria yang terbalik dibandingkan saat fotonya tidak terbalik. Hal ini menunjukkan bahwa peserta melihat pria seksi sebagai manusia. Tapi wanita dalam pakaian seksi mudah dikenali saat fotonya terbalik.

Hal ini sesuai dengan gagasan bahwa orang melihat wanita seksi sebagai obyek. Dalam penelitian ini, tidak ditemukan perbedaan antara peserta pria dan wanita.

"Kita melihat wanita berpose seksi setiap hari di papan reklame, internet dan televisi. Penelitian ini menemukan bahwa kita melihat foto-foto ini seolah-olah adalah obyek, bukan orang. Langkah selanjutnya adalah untuk mempelajari bagaimana foto-foto ini mempengaruhi cara orang memperlakukan wanita di kehidupan nyata," kata Bernard.

0 komentar:

Poskan Komentar