Cegah Hamil Muda, Cinta Monyet Dilarang di Sekolah China

Rabu, 02 Mei 2012

Beijing, Sebuah sekolah menengah di China Timur telah mengeluarkan sederet aturan kontroversial bagi murid-muridnya. Tujuannya, untuk menghindari terjadinya cinta monyet di kalangan para pelajar sekolah tersebut.

Dalam pengumuman baru tersebut, Sekolah Yueqing Yucai di Kota Yueqing melarang para murid berlainan jenis berdua-duaan di tempat terpisah. Misalnya, di sudut-sudut yang gelap atau di bawah pohon. Mereka juga dilarang saling memberikan kado mahal.

Berpegangan tangan, berangkulan dan berciuman juga dilarang keras. Bahkan murid-murid perempuan dan laki-laki tidak dibolehkan berjalan beriringan di halaman sekolah.

"Kami harap semua pelajar kami bisa tetap rasional dan menahan diri jika menyangkut cinta remaja sehingga mereka fokus sepenuhnya pada studi mereka," demikian pengumuman tersebut seperti diberitakan China Daily dan dilansir News.com.au, Senin (30/4/2012).

Diingatkan bahwa jatuh cinta di usia belia akan mengganggu studi akademi. Juga bisa menimbulkan gangguan fisik dan psikis serta tidak menghasilkan apa-apa.

Setiap siswa yang kedapatan melanggar aturan ini akan dihukum dan orangtua mereka akan diberi tahu.

"Cinta monyet kian marak belakangan ini dan sulit diatasi," kata Li Chunlian, direktur umum sekolah tersebut. "Kami harap aturan-aturan ini akan mencegah para murid terlibat dalam cinta monyet terlalu dini," imbuhnya.

Menurut Li, kebanyakan orangtua dan murid-murid sekolah tersebut mendukung aturan baru ini. Namun sebagian juga menentangnya.

"Mengeluarkan aturan yang didasarkan alasan bahwa cinta monyet bisa mempengaruhi studi seseorang adalah menggelikan," cetus Mo Ding, seorang pelajar di sekolah tersebut.

"Saya kenal beberapa pasangan, namun mereka giat belajar dan bahkan saling mendorong satu sama lain," tandasnya.

Ada baiknya juga model disiplin di atas dicoba untuk diterapkan di Indonesia. Siapa tahu hal itu bisa menekan jumlah siswa hamil di luar nikah. Sehingga pihak sekolah, dinas pendidikan, dan orangtua tidak dibuat kebingungan. Dan yang terpenting, siswa bisa lebih fokus ke pelajarannya.

0 komentar:

Poskan Komentar