Polisi Temukan Keganjilan dalam Kasus Perkosaan Artis FTV Jesyca Marlein

Rabu, 04 April 2012

 Jesyca Marlein
Polisi telah memeriksa Jesyca Marlein, artis film televisi (FTV) yang mengaku telah dilecehkan secara seksual oleh sopir taksi Blue Bird. Dalam pemeriksaan tersebut, Jesyca Marlein menceritakan kronologis dari awal dia naik taksi hingga terjadinya pelecehan itu.

Menurut Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Timur, Ajun Komisaris Endang, dari keterangan yang disampaikan, pihaknya menemukan keganjilan dalam kasus ini.

Jesyca Marlein bercerita jika usai pulang dari gereja di dekat kawasan Taman Mini, Pondok Gede, dia akan menuju ke rumah teman prianya di kawasan Semper, Jakarta Utara pada Minggu 1 April 2012 pukul 20.00 WIB. JM akhirnya menumpang taksi.

"Ketika naik taksi, dia bilang mau ke tempat temannya untuk antar kado. Tetapi saat sampai di tujuan sang sopir malah merayu sehingga Jesyca Marlein mengurungkan niatnya untuk turun," ujar Endang, Kamis 5 April 2012.

Di hadapan penyidik, Jesyca Marlein mengaku menemukan kecocokan dengan sang sopir. Saat itu, sopir taksi berinisial RM mengutarakan jika dirinya bisa membaca aura.

RM mengatakan jika aura Jesyca Marlein Sedang tidak baik sehingga perlu diobati supaya kehidupan dan rezekinya lancar. Jesyca Marlein kemudian diminta untuk membeli air mineral dalam kemasan gelas. Air tersebut diteteskan ke telapak tangan, RM lalu membaca garis tangan.

"Di situ sopir bilang perlu dilakukan pengobatan di penginapan tapi yang bayar si pelapor dan disanggupi. Keduanya pun langsung mencari-cari penginapan murah di sekitar Condet, Jakarta Timur," kata Endang.

Karena tidak ada penginapan yang sesuai dengan kemampuan kantong Jesyca Marlein, RM menawarkan kontrakan adiknya di kawasan Cipayung, Jakarta Timur. Di tempat tersebut, RM mulai menggerayangi tubuh JM.

RM sempat akan memegang kelamin Jesyca Marlein, namun karena wanita itu sedang haid niatnya urung dilakukan. Mereka tidak sampai melakukan hubungan dan masih pakai baju lengkap.

Menjelang subuh ia minta diantar ke rumahnya. Jesyca Marlein tiba di rumah pukul 06.00 WIB. Dari kronologi yang diceritakan Jesyca Marlein, polisi menaruh curiga. Sebab hipnotis yang disebut-sebut itu sebenarnya tidak ada.

Jesyca Marlein, kata Endang bisa dengan sangat baik menceritakan waktu demi waktu dan tindakan demi tindakan. Tidak ada yang lupa satu pun. Selain itu, Jesyca Marlein juga mengaku mau secara sadar dibawa ke penginapan karena terlanjur merasa cocok dengan sang sopir.

"Dia bilang sopirnya baik banget, dan bisa bantu perbaiki aura. Pelapor percaya saja, dan dia secara sadar mengaku sukarela mau dibawa ke penginapan dan kontrakan," ujarnya.

Polisi telah membaca hasil visum JM. Tetapi hasil itu tidak menyebutkan adanya tanda-tanda kekerasan yang menunjukkan jika perbuatan itu dipaksa sang sopir.

"Kami bukannya tidak sensitif pada perempuan. Tapi ini fakta, saya tidak mengada-ada, dari korbannya sendiri juga yang mengaku dia mau dibawa untuk dipijit-piji sopir. Di hukum, tidak ada yang namanya hipnotis," jelas Endang. (adi)
Jesyca Marlein

• VIVAnews

0 komentar:

Poskan Komentar