Lewat Djam Malam, Film Indonesia Pertama di Cannes Masuk Daftar Cannes Classics

Senin, 30 April 2012

Still life Lewat Djam Malam
Usmar Ismail mestilah bangga. Ia menjadi sutradara pertama yang filmnya, yaitu Lewat Djam Malam, berhasil diputar di Festival Film Cannes, salah satu festival film bergengsi dunia yang diadakan di Prancis. Pada 1954, Lewat Djam Malam dirilis ke publik.
Disutradarai oleh Usmar Ismail dan dengan penulis skenario Asrul Sani, film ini memilih latar belakang Indonesia pascakemerdekaan.

Kisah film Lewat Djam Malam seputar Iskandar (A.N. Alcaff) yang menanggalkan seragam ketentaraannya dan berniat memulai hidup baru sebagai warga biasa bersama kekasihnya, Norma (Netty Herawati). Iskandar lalu mencari pekerjaan melalui kawan-kawannya di dinas ketentaraan. Di sinilah Iskandar mengetahui, korupsi mulai merajalela mengatasnamakan perjuangan mereka.

Lewat Djam Malam kemudian menjadi film terbaik dalam penyelenggaraan Festival Film Indonesia pertama tahun 1955. Sekaligus menasbihkan A.N. Alcaff sebagai "Aktor Terbaik". Ini indikasi, Lewat Djam Malam adalah salah satu film bagus yang Indonesia miliki.

Puluhan tahun lalu berlalu, film-film lama Indonesia tidak kedengaran suaranya. Sampai akhirnya sebuah komunitas di bawah Dewan Kesenian Jakarta bernama Kineforum mulai giat menayangkan kembali film-film Indonesia zaman dulu. Atau, di televisi, minimal kita masih sering mendapati film-film Warkop DKI atau Suzanna yang ditayangkan.

Khusus tahun ini, ada kabar menggembirakan. Lewat Djam Malam "hidup" kembali. Tidak tanggung-tanggung, film tersebut akan tayang di salah satu festival film bergengsi di dunia, Festival Film Cannes 2012, yang bakal diselenggarakan pada 16-27 Mei nanti. Lewat Djam Malam masuk dalam daftar 13 film yang tayang di dalam program khusus bernama Cannes Classics.

Program Cannes Classics adalah program khusus untuk penayangan film-film klasik dunia yang telah direstorasi, serta karya-karya besar dalam sejarah film. Program ini baru dimulai pada Cannes 1994. Dan, tahun ini, Cannes Classics akan diselenggarakan pada 23 Mei di Plage des Palmes.

Lewat Djam Malam sendiri telah melalui proses restorasi sejak awal 2011, kerja sama Sinematek Indonesia, Konfiden, dan National Museum of Singapore. Restorasi dilakukan di L'Immagine Ritrovata, Bologna, Italia.

0 komentar:

Poskan Komentar