Kabar Baik! Biaya Pendidikan Kedokteran akan Dipangkas

Rabu, 04 April 2012


Jakarta-Kabar baik bagi calon mahasiswa kedokteran. Dalam RUU Pendidikan Kedokteran (Dikdok) yang kini sedang dibahas di Panja Dikdok Komisi X, biaya pendidikan kedokteran akan disamakan dengan pendidikan serumpun.
Tidak akan ada lagi jalur khusus masuk ke fakultas kedokteran dengan biaya ratusan juta seperti selama ini terjadi.

"Maksudnya yang serumpun yang sama-sama bergerak di bidang kesehatan seperti kebidanan atau keperawatan," kata anggota Panja Dikdok dari F-PKS Rohmani kepada jurnalparlemen.com, Rabu (4/4).

Dengan demikian, tidak akan ada lagi jalur khusus masuk ke fakultas kedokteran dengan biaya ratusan juta seperti selama ini terjadi. "Dengan masuknya pasal ini, maka akan dikunci. Sehingga melalui jalur mana pun biaya akan sama," jelasnya. Namun, beasiswa bagi mahasiswa kedokteran tetap ada.

Sebelumnya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melayangkan surat kepada presiden dan meminta agar RUU Dikdok tidak dilanjutkan. Salah satu keberatan dari IDI adalah karena tidak dimasukkannya soal presentase anggaran dari pemerintah pusat dan daerah untuk pendidikan kedokteran. Sementara pendidikan kedokteran di perguruan tinggi swasta terus menjamur. "Pasal yang kita sarankan ditolak DPR," kata Ketua IDI Prijo Sidipratomo kepada jurnalparlemen.com seusai RDPU dengan Panja Dikdok, Senin (2/4).

Dengan ; dimasukkannya klausul tentang pendanaan, maka saran IDI sudah diakomodir. "Tetapi sebenarnya sejak lama semangat kita memang ingin pendidikan kedokteran murah. Malahan, tadinya kita ingin pendidikan kedokteran itu ikatan dinas, dibiayai oleh negara," kata Rohmani.

Namun, hal ini terlalu rumit mengingat setelah lulus, para dokter akan bekerja dengan sistem pasar bebas. "Jadi ketidakadilan," tambahnya.

Rabu (4/4) ini, Panja melakukan sinkronisasi pasal dan ayat. Pada Senin (9/4) akan dilakukan rapat kerja dengan pemerintah untuk pembicaraan tingkat I dan esoknya disahkan di paripurna.

0 komentar:

Poskan Komentar