Alasan Mengapa Perempuan Lebih Sering Tersenyum Ketimbang Pria

Jumat, 06 April 2012

Jakarta, Senyum bisa menjadi sinyal keceriaan atau kebahagiaan yang dapat berdampak bagi orang-orang sekitarnya. Tapi ternyata perempuan lebih banyak tersenyum ketimbang laki-laki. Kenapa begitu?

Meski senyum bisa dilakukan oleh siapa pun, tapi ada perbedaan jumlah tersenyum berdasarkan jenis kelamin. Penelitian menunjukkan rata-rata perempuan lebih banyak tersenyum daripada laki-laki.

Marianne LaFrance yang merupakan profesor psikologi dari Yale University dalam buku 'Lip Service' menuturkan ada beberapa alasan yang membuat kaum perempuan lebih sering dan mudah tersenyum dibanding laki-laki, seperti dikutip dari MSNBC, Sabtu (7/4/2012) yaitu:

1. Peneliti menemukan otot senyum utama yang dikenal sebagai zygomaticus major lebih tebal pada perempuan dibanding laki-laki. Kondisi ini kemungkinan membuat perempuan lebih sering tersenyum.

2. Diketahui pekerjaan yang dilakoni oleh para perempuan lebih banyak menuntutnya untuk sering tersenyum seperti perawat, guru, pramugari, pelayan servis atau resepsionis.

3. Perempuan atau gadis memang dilahirkan dengan orientasi yang lebih positif untuk sosialisasi, sehingga ia cenderung mengurangi konflik dan peduli dengan emosional orang lain


Beberapa ahli menyatakan hanya dibutuhkan sedikit otot untuk tersenyum dibanding cemberut, yaitu dibutuhkan 43 otot untuk cemberut dan hanya 17 otot untuk tersenyum. Namun ada pula yang menyebutkan dibutuhkan 62 otot untuk cemberut dan hanya 26 otot untuk tersenyum.
Tersenyum bisa dilakukan secara sadar ataupun tidak sadar yang dipandang sebagai suatu bentuk kebahagian dan keramahan. Serta merupakan bagian penting dari hubungan manusia dan komunikasi.

Fakta lain yang ditemukan adalah orang Inggris biasanya senyum dengan menampilkan gigi bagian atas dan juga bawah, sedangkan orang Amerika lebih mengekspos gigi bagian atas saat tersenyum.

Selain itu 1 studi menemukan senyum palsu atau yang disengaja rata-rata 10 kali lebih besar dibanding dengan senyum yang normal, hal ini kemungkinan karena senyum yang palsu dimaksudkan agar orang melihat.

0 komentar:

Poskan Komentar