Studi: Tertidur di Kelas Membuat Otak Jadi Cerdas

Selasa, 27 Maret 2012

Teringat lebih lama jika dipelajari sebelum tidur.
Rasa kantuk di kelas sampai sempat tertidur sejenak setelah pelajaran ternyata bukan hal yang buruk. Studi terkini mengungkap, tidur sejenak setelah jam pelajaran baik adalah cara yang baik untuk mengingat.

Menurut kepala peneliti dari University of Notre Dame di Indiana, Amerika Serikat, Jessica Payne, terkantuk-kantuk setelah mempelajari hal baru merupakan cara untuk "memerintahkan" otak mengenai apa yang harus diingat.

Bersama kolega-koleganya, Payne meneliti sekitar 207 murid yang secara kebiasaan, tidur sekitar 6 jam per hari.

Secara acak, para partisipan diminta untuk mempelajari pasangan kata yang deklaratif, semantik, dan berhubungan maupun tidak berhubungan di jam antara 09.00-21.00, lalu dites kembali 30 menit, 12 jam, dan 24 jam kemudian.

Daya ingat deklaratif merujuk kepada kemampuan untuk secara sadar mengingat fakta-fakta dan kejadian, dan bisa dipecah menjadi memori per episode, mereka juga diuji daya ingat semantik (ingatan untuk fakta tentang dunia berkait kata tersebut).

Secara reguler, manusia menggunakan kedua tipe daya ingat ini setiap hari, contoh, mengingat di mana kita memarkir kendaraan atau belajar apa nama panggilan yang diinginkan rekan kerja.

Pada tes ulang 12 jam kemudian, daya ingat responden secara keseluruhan jauh lebih baik setelah responden tidur, ketimbang seharian tidak tidur.

Di tes ulang 24 jam, dengan semua partisipan sempat tidur dan sehari tidak tidur, ketika dibandingkan, daya ingat subyek jauh lebih baik saat mereka sempat tidur sebentar setelah belajar.

"Studi kami mengkonfirmasi, tidur sebentar setelah mempelajari suatu hal baru sangat baik untuk daya ingat. Hal baru dari studi ini adalah, akan lebih baik untuk seseorang yang ingin mengingat sesuatu mengulang informasi tersebut pada otak setiap sebelum tidur. Dengan begini, Anda sama dengan memerintahkan otak apa yang harus dikonsolidasikan," kata Payne.

Bisa dijadikan saran bagi si kecil yang merasa kesulitan pada suatu pelajaran untuk mengingat hafalan atau rumus. Pastikan ia belajar dengan suasana tenang, tidak tertekan

0 komentar:

Poskan Komentar