Studi: Gadget Bikin Orang Rajin Baca Berita

Minggu, 25 Maret 2012


Jakarta – Seiring revolusi teknologi seluler yang terus berjalan, cara orang mendapat berita juga mulai berubah. Hasil studi terbaru mengungkap, orang kian rajin baca berita dari gadgetnya.


Laporan tahunan State of News Media dari Pew Research Center Negara mengungkap, lebih dari seperempat warga Amerika Serikat (AS) yang tersambung internet mengikuti berita pada perangkat mobile mereka, termasuk smartphone, tablet dan e-reader. Dalam laporan tersebut, terdapat sebuah kejutan.

Pengguna-pengguna ini melacak berita secara jauh lebih sering dan konsisten dibanding konsumen berita lain, termasuk konsumen yang mencari berita melalui PC. Menuru analisa Pew Research, 53% pemilik tablet membaca berita pada perangkat mereka tiap harinya.

Pengguna smartphone dan tablet mengunjungi lebih banyak dan lebih sering laman web dibanding mereka yang menggunakan komputer. PC masih menjadi cara utama bagi orang untuk mengkonsumsi konten digital namun itu akan berubah. Di antara pemilik smartphone, perangkat utama konsumsi berita mereka adalah dasi virtual antara PC dan smartphone.

Menariknya, media sosial bukanlah pendorong besar pada konsumsi berita, baik untuk pengguna PC atau perangkat mobile. Hanya 9% warga Amerika mengaku sering mengikuti rekomendasi Facebook atau Twitter untuk berita. Ini dibandingkan dengan lebih dari sepertiga berita yang ‘sangat sering’ diakses langsung ke situs-situs berita, dan 32% yang mendapat berita mereka melalui mesin pencari.

Hampir 30% sangat menggantungkan diri pada beberapa jenis situs pengatur berita atau aplikasi. Menurut perkiraan Pew, pembaca koran turun 4% tahun lalu sementara majalah tak mengalami perubahan. Jaringan pemirsa TV mengalami peningkatan 4,5%, sedangkan penonton TV lokal dan kabel tumbuh hanya 1%.

Namun, kemanapun penonton pergi, pendapatan tak selalu mengikutinya. Penjualan online meningkat tajam sebesar 23% dan pendapatan kabel tumbuh sebesar 9%. Namun penjualan di jaringan TV, majalah, TV lokal dan surat kabar, semuanya menurun masing-masing 4%, 6%, 7% dan 7%.

Hasilnya, Pew memprediksikan, tempat berita yang lebih tradisional akan mulai menegakkan langganan digital berbayar ‘untuk menjaga kelangsungan hidup’. Organisasi ini memperkirakan, 100 surat kabar dan majalah akan segera membebani pelanggannya untuk membaca konten online, sehinga akan menambah daftar 150 perusahaan yang sudah membebani biaya untuk langganan digital saat ini.

“Ini juga mencerminkan kenyataan yang terlihat. Banyak surat kabar telah kehilangan begitu banyak pendapatan iklan, lebih dari setengah sejak 2006, dan tanpa dukungan dana dari pendapatan langganan digital, beberapa surat kabar mungkin tak akan bertahan hidup,” tutup peneliti Pew Amy Mitchell dan Tom Rosenstiel. [mdr]

0 komentar:

Poskan Komentar