Pengunjung Pameran Seni Ini Harus Telanjang!

Kamis, 29 Maret 2012

 Ilustrasi
ADELAIDE— Anda seorang ekshibisionis atau ingin telanjang di dalam museum, datanglah ke Museum Seni Kontemporer di Sydney antara 27-29 April mendatang.


Di museum tersebut, seorang artis asal Melbourne, Stuart Ringholt, akan menggelar pameran, di mana sang artis tidak mengenakan pakaian dan dia menghendaki semua pengunjung juga melakukan hal yang sama.

Menurut pihak museum, ini adalah usaha untuk menghilangkan jarak antara artis yang berpameran dan pengunjungnya. Tema pameran memang berkenaan dengan ekshibisionis.

Menurut laporan koresponden Kompas di Australia, L Sastra Wijaya, pameran "telanjang" ini hanya akan berlangsung selama dua jam antara pukul 18.00-19.00 waktu setempat, dan tentu saja hanya untuk orang dewasa.

"Pameran ini akan diawali dengan pengantar oleh artis Stuart Ringholt pukul 6-8 malam. Sang artis akan telanjang. Mereka yang tertarik dengan tur ini juga harus telanjang. Hanya berlaku untuk dewasa," demikian pengumuman yang dikeluarkan oleh museum tersebut.

Ini bukan untuk pertama kalinya Ringholt melakukan pameran serupa. Namun, bagi Museum Seni Kontemporer Sydney, ini baru pertama kali menyelenggarakan pameran serupa.

Sebelumnya, pameran yang dilakukan Ringholt ini sudah dilakukan di Museum of Old and New Arts di Tasmania dan Museum Seni Kontemporer di Melbourne.

"Sydney menyukai orang-orang nudis, kalau melihat banyaknya pantai yang tersedia untuk mereka," kata kurator Museum Rachel Kent seperti dikutip situs News.com.au.

Menurut perkiraan, peminat untuk menonton pameran ini sangat besar bila melihat pameran sebelumnya di Tasmania dan Melbourne.

Menurut laporan media, seni yang ditampilkan oleh Ringholt sering kontroversial dan banyak menantang nilai-nilai yang ada. Dalam salah satu pertunjukannya bernama "Embarrasment" (Rasa Malu), Ringholt tampil dalam situasi yang bisa dianggap memalukan. Salah satunya adalah ketika dia berjalan di hadapan umum dengan tisu toilet bergantung di saku celananya.

 http://internasional.kompas.com

0 komentar:

Poskan Komentar