Ngeri! Mucikari Tandai PSK dengan Tato "Bar Code"!

Senin, 26 Maret 2012

 
Tato "bar code" dan jumlah utang ditorehkan di pergelangan tangan seorang pekerja seks oleh mucikarinya.
MADRID - Kepolisian Spanyol menahan 22 tersangka mucikari terkait jaringan prostitusi di Madrid.
Beberapa tersangka bahkan menato pekerja seks komersial (PSK) mereka sebagai tanda "kepemilikan", ungkap Associated Press (AP), Minggu (25/3/2012).

Daily Mail melaporkan, seorang remaja 19 tahun yang dijadikan PSK secara paksa memiliki tato seperti bar code dan sejumlah angka yang menunjukkan jumlah utang pada mucikarinya. Tato itu ditorehkan pada pergelangan tangan para PSK.

Ada dugaan, tato itu ditorehkan ke tubuh PSK karena mereka berusaha kabur dan para mucikari "mengingatkan" bahwa para PSK itu masih memiliki utang.

Seorang perempuan yang berhasil bebas dari cengkeraman mucikarinya mengklaim, dia dicambuk, dirantai, serta rambut dan alisnya dicukur sebagai hukuman karena melanggar "hukum" si mucikari.

Polisi menyebut geng itu sebagai "mucikari bar code". Ke-22 mucikari yang sudah ditangkap itu berkebangsaan Romania.

Selain itu, polisi juga menyita lebih dari uang tunai sebesar 185.000 dollar AS, senjata api ilegal, pedang, golok, perhiasan emas, dan beberapa kendaraan mewah, CNN melaporkan.

Salah seorang pemimpin komplotan itu, Iancu T, juga merupakan buron kepolisian Romania atas kejahatan terkait prostitusi, surat kabar Spanyol La Razon melaporkan. Untuk memikat korbannya, Iancu menjanjikan pekerjaan halal, tetapi mereka justru dipaksa untuk menjadi pekerja seks di Madrid.

Menurut surat kabar Spanyol ABC, salah satu tempat mangkal anak buah Iancu adalah di Jalan Calle Montera, di pusat kota Madrid. Tempat itu memiliki reputasi sebagai tempat mangkal PSK yang beroperasi sepanjang hari di Madrid.

Iancu dan dua komplotan lain sering menyebut PSK yang menjadi anak buah mereka sebagai "paket", "koper", atau "sepeda", tulis CNN. Para mucikari itu memonitor anak buah masing-masing di Calle Montera.

Menurut AP, prostitusi menjadi bisnis beromzet miliaran dollar AS di Spanyol, di mana legalitasnya masuk ke wilayah abu-abu. Di negara itu, mucikari adalah profesi terlarang, tetapi tidak ada undang-undang yang mengatur prostitusi.

Sebagian pekerja seks di Spanyol adalah kaum imigran miskin dari Amerika Selatan, Afrika, dan Eropa Timur. 

0 komentar:

Poskan Komentar