5 Manfaat Kesehatan Mengunyah Permen Karet

Jumat, 23 Maret 2012

MENGUNYAH permen karet tidak hanya menyegarkan mulut. Tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan.
Ya, permen karet tidak hanya bermanfaat untuk menghilangkan bau tak sedap ketika bau amis di mulut setelah mengonsumsi ikan misalnya, tetapi juga memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh.

Berikut hasil penelitian para peneliti mengenai manfaat mengunyah permen karet, sebagaimana dilansir Boldsky, Jumat (23/3/2012):

1) Penurunan berat badan
Salah satu fakta mengejutkan dari permen karet adalah, membantu dalam penurunan berat badan. Permen karet yang rendah kalori tidak membuat gemuk tapi justru dan baik untuk membakar lemak.

Pasalnya, dengan mengunyah otot rahang bekerja dan menjadikan nafsu makan terkendali. Selain itu, mengunyah permen karet pun dapat membakar sekitar 11 kalori per jam!

2) Meningkatkan pencernaan
Permen karet meningkatkan motilitas usus. Ketika Anda mengunyah permen karet, mulut mengeluarkan air liur lebih banyak dan ini membuat Anda lebih sering menelan. Air liur mempertahankan asam pada pencernaan di dalam perut dan mencegahnya 'mampir' ke tenggorokan.

3) Kesehatan Mulut Terjaga
Ketika Anda mengunyah permen karet, mulut Anda memproduksi air liur terus menerus. Air liur bermanfaat untuk mencegah kerusakan gigi, rongga mulut dan menjaga kesehatan mulut dengan baik.

Pilih permen karet bebas gula untuk menghindari kerusakan gigi. Pemanis buatan dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan juga merusak gigi.

4) Gigi Jadi Lebih Putih
Salah satu manfaat kesehatan permen karet adalah membuat gigi Anda lebih bersih sekaligus memperkuat rahang. Ini juga dapat mengurangi kemungkinan dagu berlipat atau dagu ganda.

5) Nafas SegarManfaat lain yang kita semua tahu, mengunyah permen karet menyegarkan napas dan mencegah noda terakumulasi di gigi.

Meskipun mengunyah permen karet memiliki manfaat kesehatan, bukan berarti Anda terus mengunyahnya setiap waktu. Ingatlah, mengonsumsi sesuatu secara berlebihan adalah suatu hal yang tidak baik dan dapat membahayakan. (tty)

http://health.okezone.com

0 komentar:

Poskan Komentar